Rabu, Mei 06, 2009

MEROKOK DISURGA(bhs indo logat malang)

Sugeng:"Cak jo punya korek ta?
Aku mau merokok gak punya korek"
Pinta sugeng kpd jono.

Jono:"Waduh.gak punya cak geng..
Aku dah lama gak merokok.."

Sugeng: "lho,knapa gak merokok?

Jonn:"yo males ae cak.
Sugeng:"ingat cak jo,setiap yang kita kerjakan di dunia pasti ditanyakan diakherat.
Jono:"iya benar,tapi masa harus merokok cak geng?
Sugeng:"ya iyalah,nanti di akherat kamu juga di tanya kenapa gak merokok?
Kan rugi cak jo,dikasi kesempatan kok gak mau?

Jono:"bukane aku gak mau cak geng,tapi aku takut ketagihan sampe mati..ya kalo di Surga ada rokok,kalo gak ada gimana?

Sugeng:"namanya surga yo ada semua toh cak jo.kalo gak ada doa aja minta rokok,sopo ngerti gusti Allah ngabulkan..
Hehe..
Jono:"masalahe kalo mau merokok di surga jadi repot nyari korek cak jo..
Kan apinya di neraka.masa mau merokok harus cari api ke neraka dulu??
Yo sori ae..

Sugeng: ??¿*termenung sambil berpikir..

taufikismail
(www.caktaufiq.blogspot.com)

Sabtu, Mei 02, 2009

Teori merebus katak

Sumber: http://hdmessa.wordpress.com/2007/11/09/teori-merebus-katak

Kami kopikan tulisan dari teman kami, mudah-mudahan hal ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua.
Oleh: Hendra Messa
Andaikanlah pada sebuah panci berisi air kita masukkan katak,
kemudian panci tersebut kita panaskan di atas kompor secara bertahap.
Saat air masih dingin katak diam saja, kemudian ketika air mulai
memanas sedikit demi sedikit, tubuh katak pun akan melakukan
penyesuaian suhu. Memang demikianlah salah satu kekhasan binatang
katak, dimana tubuhnya bisa menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar
nya.
Lama kelamaan saat suhu terus menaik, katak pun merasa kepanasan,
tapi ia bisa terus melakukan penyesuaian suhu, sampai pada suhu
tertentu, tubuhnya tak bisa lagi melakukan penyesuaian, ia merasa
kepanasan dan ingin melompat keluar, tapi karena suhu  yg tinggi
tersebut, kaki nya menjadi kepanasan dan tak kuat untuk melompat, ia
menjadi lemah. Sehingga akhirnya saat suhu air dalam panci tersebut
sudah sangat tinggi, katak itu pun mati karena nya. Demikianlah analogi
teoritis mengenai proses bagaimana seekor katak bisa mati terebus dalam
air, karena instink survival berjalan berlawanan dengan instink
penyesuaian diri yang berlebihan.
Makna
filosofis dari cerita fabel tersebut sering berlaku pula pada manusia.
Banyak manusia yg terjatuh pada sebuah kesalahan, berbuat kesalahan yg
fatal berawal dari kesalahan2 kecil yg dianggap biasa. Atau melakukan
proses penyesuian diri atau kompromi yg berlebihan sehingga melupakan
rasa mawas diri yg adalah juga salah satu bentuk metode survival
manusia menghadapi berbagai kesalahan dalam perjalanan hidupnya.
Seorang anak yg sedang bermain2 api, diperingati oleh ibu nya, "hai
nak, janganlah bermain2 api, terbakar tangan mu nanti". Nggak apa kok
bu, api nya kecil kok, kata sang anak kecil. Namun seringkali terjadi
api kecil jadi membesar dan mencelakakan. Ibu yg sudah puluhan tahun
pengalaman hidup menyadari hal tersebut, namun anak kecil yg baru
beberapa tahun hidup di dunia ini, sering meremehkan hal2 kecil tsb.
Seorang pria dewasa yg sudah berkeluarga, awalnya iseng2 saja,
guyon, becanda dengan sekretaris teman sekantornya. Awalnya mungkin
hanya sekedar saling kirim sms atau email, lama kelamaan jadi ketagihan
juga untuk ngobrol2 langsung. Kemudian sekali waktu ajak jalan2 bareng,
makan siang bersama, sampai rasa cinta pun bersemi karena nya. Karena
telah terkena mabuk asmara, akhirnya pertimbangan rasional pun hilang,
sampai berakhir pada perselingkuhan , perzinahan yg menyebabkan
rusaknya rumah tangga. Itulah akibat iseng2 bermain "api asmara" , bisa
"terbakar" syahwat karena nya.
Seorang pekerja, sekali waktu diberi hadiah kecil oleh supplier atau
kontraktor di tempat nya bekerja, mungkin hanya sekedar souvenir kecil
seperti gantungan kunci atau topi. Ah ini kan hanya sekedar tanda
terima kasih, nilai nya pun tak seberapa. Di waktu lain ada juga
supplier yg mengajak makan siang. Hal tersebut terus berlanjut, dan
kita menganggapnya masih biasa, sampai lama kelamaan kita terbiasa
menerima sesuatu dari rekanan bisnis perusahaan yg nilai nya makin
besar, kita pun tak lagi hanya sekedar menerima, tapi malah meminta
pada rekan perusahaan, nanti mau ngasih apa nih, kalau kontrak nya jadi
? , katanya sambil guyon pada rekanan. Lama kelamaan hadiah makin
membesar dan keputusan perusahaan pun ditentukan dari berapa besar
nilai pemberian ( kick back, komisi atau apapun namanya ). Itulah salah
satu bentuk korupsi yg telah banyak merugikan bangsa kita. Mungkin kita
menyadarinya, tapi susah untuk keluar karena kita telah terjebak dalam
sebuah

lingkaran setan, yg sebenarnya kita sendiri memulainya.
Seorang yg berusia paruh baya, tidak menyadari bahwa metabolisme
tubuhnya sudah mulai berkurang kemampuan nya. Dan ia tetap menyantap
makanan apapun dengan lahapnya,merokok dan berbagai kebiasaan tidak
sehat lainnya, Ia menganggap dirinya masih kuat seperti saat ia muda
dulu. Ah nggak apa2 kok sedikit ini, tapi lama kelamaan jadi ketagihan.
Akhirnya ia banyak terkena penyakit akibat makanan seperti ; maag,
kelebihan kolesterol, asam urat, hipertensi, diabetes dll.
Begitu pula halnya orang yg terjebak menjadi pencandu narkoba,
awalnya pun dari anak muda yg iseng2 sekedar coba2, namun akhirnya jadi
kecanduan, dimana ia tak bisa lagi mengendalikan dirinya.

Dan banyak kasus2 lain dalam kehidupan kita sehari hari, yg bisa
digambarkan dengan teori merebus katak tadi. Dimana manusia banyak
terjebak pada kesalahan karena mengabaikan kesadaran dirinya sendiri,yg
tak begitu menghiraukan kesalahan2 kecil.
Sebagai manusia yg lebih mulia dari binatang seperti katak, harusnya
kita bisa menjaga diri, mengembangkan kemampuan mawas diri, berhati
hati yg merupakan salah satu bentuk survival method nya manusia.
Haruslah disadari dalam hidup ini, kita selalu mendapat godaan dari
setan, lawan sejati perjalanan hidup ini, yg tak ingin kita menapaki
jalan lurus. Dan teori merebus katak adalah salah satu metode bisikan
setan menyesatkan manusia. Setan musuh sejati manusia berumur lebih
panjang, jadi dia tahu tentang kelemahan manusia2 sebelumnya, tahu pada
kondisi apa saja manusia tergoda, dan sudah terbukti sepanjang jaman,
bahwa dengan berbelok sedikit demi sedikit dari jalan yg lurus adalah
penyebab banyak manusia terjatuh pada jalan yg salah.
Berkaitan dg kesusilaan, dalam agama islam, kaidahnya ialah
"janganlah kau dekati perzinahan" , bukan langsung jangan berzinah,
misalnya, antara lain karena sifat manusia yg sering ceroboh, seperti
katak tadi. Kalau sudah mulai mendekati perzinahan, akan sangat mudah
seseorang terjatuh pada kubangan maksiat tersebut.
Begitu pula dengan "perkeliruan2″ lain nya, seperti korupsi,
kebohongan publik, selingkuh, candu narkoba, penyakit, kemunafikan dll.
Kebanyakan berawal dari hal2 kecil yg dianggap biasa. Integritas diri
yg lemah, tak berpendirian, sehingga cenderung kompromistis atau plin
plan.
Marilah kita menjaga diri dari kesalahan2 kecil yg kalau dibiarkan kelak akan menjadi bencana bagi diri kita sendiri.


<

Minggu, April 26, 2009

SIWAK

bismillahirrahmanirrahim.
teman-teman,berikut adalah beberapa hadiat tentang siwak,semoga dengan mengetahuinya kita bisa menambah semangat kita untuk mengamalkan sunnah Rasulullah saw yaitu bersiwak.
1.sabda Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam, yang artinya: “Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhoan bagi Rob”. (HR: Ahmad, irwaul golil no 66 [shohih]). (Syarhul mumti’ 1/120 dan taisir ‘alam 1/62)

2.“Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudlu”. (HR: Bukhori dan Muslim, irwaul golil no 70)
3.“Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan sholat”. (HR: Bukhori dan Muslim, irwaul golil no 70)
4.Telah meriwayatkan Syuraih bin Hani, beliau berkata, yang artinya: ”Aku bertanya kepada ‘Aisyah: “Apa yang dilakukan pertama kali oleh Rosululloh jika dia memasuki rumahnya?” Beliau menjawab :”Bersiwak”. (HR: Muslim, irwaul golil no 72)
5.Dari Hudzaifah ibnul Yaman, dia berkata, yang artinya: “Adalah Rosululloh jika bangun dari malam dia mencuci dan menggosok mulutnya dengan siwak”. (HR: Bukhori)
6.Dari Abu Musa Al-Asy’ari berkata, yang artinya: “Aku mendatangi Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam dan dia sedang bersiwak dengan siwak yang basah. Dan ujung siwak pada lidahnya dan dia sambil berkata “Uh- uh”. Dan siwak berada pada mulutnya seakan-akan beliau muntah“. (HR: Bukhori dan Muslim)
7.“Ada empat hal yang termasuk dari sunnah para Rasul; Memakai minyak wangi, menikah, bersiwak dan malu.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
8.“Siwak itu pembersih mulut dan diridhai Allah.” (HR. Ahmad)
9. Dari ‘Aisyah berkata: Abdurrohman bin Abu Bakar As-Sidik y menemui Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam dan Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersandar di dadaku. Abdurrohman y membawa siwak yang basah yang dia gunakan untuk bersiwak. Dan Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam memandang siwak tersebut (dengan pandangan yang lama). Maka aku pun lalu mengambil siwak itu dan menggigitnya (untuk dibersihkan-pent) lalu aku membaguskannya kemudian aku berikan siwak tersebut kepada Rosululloh, maka beliaupun bersiwak dengannya. Dan tidaklah pernah aku melihat Rosululloh bersiwak yang lebih baik dari itu. Dan setelah Rosululloh selesai dari bersiwak dia pun mengangkat tangannya atau jarinya lalu berkata :

فِي الرَّفِيْقِ الأَعْلَى

Beliau mengatakannya tiga kali. Kemudian beliau wafat.

Dalam riwayat lain ‘Aisyah berkata, yang artinya: “Aku melihat Rosululloh memandang siwak tersebut, maka akupun tahu bahwa beliau menyukainya, lalu aku berkata: ‘Aku ambilkan siwak tersebut untuk engkau?” Maka Rosululloh mengisyaratkan dengan kepalanya (mengangguk-pent) yaitu tanda setuju.“ (HR: Bukhori dan Muslim)

Oleh karena itu berkata sebagian ulama: “Telah sepakat para ulama bahwasanya bersiwak adalah sunnah muakkadah karena anjuran Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam dan kesenantiasaan beliau melakukannya dan kecintaan beliau serta ajakan beliau kepada siwak tersebut.” (fiqhul islami wa adillatuhu 1/300)

InsyaAllah niat amal dan sampaikan ya!!

yang belum punya cepetan bali di toko terdekat!!
taufikismail
(www.caktaufiq.blogspot.com)

Kamis, April 23, 2009

Wanita-wanita yang sunnah untuk di lamar

Dalam melamar, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan
beberapa sifat yang ada pada wanita yang akan dilamar, diantaranya:

Wanita itu disunahkan seorang yang penuh cinta kasih.
Maksudnya ia harus selalu menjaga kecintaan terhadap suaminya,
sementara sang suami pun memiliki kecenderungan dan rasa cinta
kepadanya.

Selain itu, ia juga harus berusaha menjaga
keridhaan suaminya, mengerjakan apa yang disukai suaminya,
menjadikan suaminya merasa tentram hidup dengannya, senang
berbincang dan berbagi kasih sayang dengannya. Dan hal itu jelas
sejalan dengan firman Allah Ta'ala,

Dan diantara tanda-tanda
kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari
jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram
kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kalian rasa kasih dan saying.
(ar-Ruum:21).
Disunahkan pula agar wanita yang dilamar itu seorang yang
banyak memberikan keturunan, karena ketenangan, kebahagiaan dan
keharmonisan keluarga akan terwujud dengan lahirnya anak-anak yang
menjadi harapan setiap pasangan suami-istri.

Berkenaan
dengan hal tersebut, Allah Ta'ala berfirman,
Dan orang-orang
yang berkata, 'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri
kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi
orang-orang yang bertakwa'. (al-Furqan:74).

Dalam sebuah
hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

Menikahlah dengan wanita-wanita yang penuh cinta dan yang banyak
melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan
banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat kelak. Demikian hadist yang
diriwayatkan Abu Daud, Nasa'I, al-Hakim, dan ia mengatakan, Hadits
tersebut sanadnya shahih.

Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu seorang yang masih
gadis dan masih muda. Hal itu sebagaimana yang ditegaskan dalam
kitab Shahihain dan juga kiab-kitab lainnya dari hadits Jabir, bahwa
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bertanya kepadanya,

Apakah kamu menikahi seorang gadis atau janda? dia
menjawab,"Seorang janda."Lalu beliau bersabda, Mengapa
kamu tidak menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya
dan ia pun dapat mencumbuimu?.

Karena seorang gadis akan
mengantarkan pada tujian pernikahan. Selain itu seorang gadis juga
akan lebih menyenangkan dan membahagiakan, lebih menarik untuk
dinikmati akan berperilaku lebih menyenangkan, lebih indah dan lebih
menarik untuk dipandang, lebih lembut untuk disentuh dan lebih mudah
bagi suaminya untuk membentuk dan membimbing akhlaknya.

Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri telah bersabda,

Hendaklah
kalian menikahi wanita-wanita muda, karena mereka mempunyai mulut
yang lebih segar, mempunyai rahim yang lebih subur dan mempunyai
cumbuan yang lebih menghangatkan.

Demikian hadits yang
diriwayatkan asy-Syirazi, dari Basyrah bin Ashim dari ayahnya, dari
kakeknya. Dalam kitab Shahih al_Jami' ash_Shaghir, al-Albani
mengatakan, "Hadits ini shahih."

Dianjurkan untuk tidak menikahi wanita yang masih termasuk
keluarga dekat, karena Imam Syafi'I pernah mengatakan, "Jika
seseorang menikahi wanita dari kalangan keluarganya sendiri, maka
kemungkinan besar anaknnya mempunyai daya piker yang lemah."

Disunahkan bagi seorang muslim untuk menikahi wanita yang
mempunyai silsilah keturunan yang jelas dan terhormat, karena hal
itu akan berpengaruh pada dirinya dan juga anak keturunannnya.
Berkenaan dengan hal tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa
Sallam bersabda,

Wanita itu dinikahi karena empat hal:
karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya.
Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscahya kamu beruntung.
(HR. Bukhari, Muslim dan juga yang lainnya).
Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu taat beragama dan
berakhlak mulia. Karena ketaatan menjalankan agama dan akhlaknya
yang mulia akan menjadikannya pembantu bagi suaminya dalam
menjalankan agamanya, sekaligus akan menjadi pendidik yang baik bagi
anak-anaknya, akan dapat bergaul dengan keluarga suaminya.

Selain
itu ia juga akan senantiasa mentaati suaminya jika ia akan menyuruh,
ridha dan lapang dada jika suaminya memberi, serta menyenangkan
suaminya berhubungan atau melihatnnya. Wanita yang demikian adalah
seperti yang difirmankan Allah Ta'ala,

"Sebab itu, maka
wanita-wanita yang shahih adalah yang taat kepada Allah lagi
memelihara diri ketika suaminyatidak berada di tempat, oleh karena
Allah telah memelihara mereka". (an-Nisa:34).

Sedangkan
dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
bersabda,
"Dunia ini adalah kenikmatan, dan sebaik-baik
kenikmatannya adalah wanita shalihah". (HR. Muslim, Nasa'I dan
Ibnu Majah).
Selain itu, hendaklah wanita yang akan dinikahi adalah
seorang yang cantik, karena kecantikan akan menjadi dambaan setiap
insan dan selalu diinginkan oleh setiap orang yang akan menikah, dan
kecantikan itu pula yang akan membantu menjaga kesucian dan
kehormatan. Dan hal itu telah disebutkan Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam dalam hadits tentang hal-hal yang disukai dari kaum
wanita.

Kecantikan itu bersifat relatif. Setiap orang
mempunyai gambaran tersendiri tentang kecantikan ini sesuai dengan
selera dan keinginannya. Sebagian orang ada yang melihat bahwa
kecantikan itu terletak pada wanita yang pendek, sementara sebagian
yang lain memandang ada pada wanita yang tinggi.

Sedangkan
sebagian lainnya memandang kecantikan terletak pada warna kulit,
baik coklat, putih, kuning dan sebagainya. Sebagian lain memandang
bahwa kecantikan itu terletak pada keindahan suara dan kelembutan
ucapannya.

Demikianlah, yang jelas disunahkan bagi setiap orang untuk
menikahi wanita yang ia anggap cantik sehingga ia tidak tertarik dan
tergoda pada wanita lain, sehingga tercapailah tujuan pernikahan,
yaitu kesucian dan kehormatan bagi tiap-tiap pasangan.